Seekor Woodpecker Memberi Tunggangan Kepada Musang, Percaya..?

 


Seekor Burung  Pelatuk (Woodpecker) memberikan tunggangan kepasa seekor anak Musang. Percaya..?

Gambar tersebut memang luarbiasa untuk dipercaya. Benar benar asli, bukan hasil editan. Seekor woodpecker tampak sedang memberikan tunggangan kepada seekor anak musang. Musang kecil itu tampak memeluk burung woodpecker, yang membawanya terbang kemana mana. Mereka tampak bersahabat dan sangat rukun. Sangat fantastis, yang seperti ini hanya ada didunia khayalan.

Tapi apa yang kita lihat di gambar hasil jepretan kamera itu, tidaklah menggambarkan situasi yang sesungguhnya. Memang benar musang itu menunggangi woodpecker, tetapi mereka bukan sedang bersahabat. Sesuatu yang jahat sedang terjadi. Musang itu sebenarnya sedang berusaha memangsa si burung !! dan si woodpecker sedang berjuang mempertahankan nyawanya. 

Martin Le-May, seorang fotografer berhasil mengabadikan peristiwa sangat langka, perkelahian antara woodpecker dan anak musang. Menurut Le-May, ia dan istrinya seang berjalan jalan di taman Hornchurc Country di London Timur, tiba tiba terdengar suara berisik. Ternyata ia melihat seekor anak musang dan burung woodpecker sedang berkelahi. Ia mengambil kameranya untuk mengabadikan peristiwa itu, dan saat itulah si woodpecker terbang melintasinya. Dengan moment yang sangat tepat, ia melakukan beberapa kali jepretan sampai kedua hewan itu mendarat.





Masih menurut Le-May, kedua binatang itu masih terus berkelahi, sampai akhirnya si anakm musang pergi meninggalkan woodpecker. 
" Woodpecker pergi membawa nyawanya, sedangkan si musang menghilang di semak semak, masih lapar. 


Sumber : 
Seekor Woodpecker Memberi Tunggangan Kepada Musang, Percaya..? 4.5 5 Subhan Hidayat Seekor Burung  Pelatuk (Woodpecker) memberikan tunggangan kepasa seekor anak Musang. Percaya..? Gambar tersebut memang luarbiasa unt...


Sampah Digital. Powered by Blogger.

Sampah Digital

Selamat Datang di area pembuangan akhir Sampah Digital.
Blog ini khusus memuat hal hal menarik yang diperoleh selama browsing. Sayang sayang bila tidak diambil dan dimanfaatkan. Maklumlah yang menulis mantan pemulung. Jadi ini adalah panggilan jiwa pemulung.

Selamat membaca, mudah mudahan bermanfaat.

Contact

Name

Email *

Message *